Selasa, 23 Juli 2013

Direktur PT Artha Nusantara Utama Diperiksa Dalam Kasus Tarahan

JAKARTA, suaramerdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Direktur Utama PT Artha Nusantara Utama Zuliansyah Putra Zulkarnaen terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Tarahan, Lampung tahun 2004. Dosen Fisip Universitas Indonesia (UI) itu diperiksa sebagai saksi.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IEM (Izedrik Emir Moeis, red)," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha, Selasa (23/7).

Selain itu, ujar Priharsa, KPK juga memanggil PNS pada Setjen DPR Elina Indriati dan pihak swasta Boegi Nugraha. "Semua diperiksa sebagai saksi," katanya.

Dalam kasus ini, KPK juga pernah memanggil Mantan Direktur Perencanaan PT PLN Hardiv H Situmeang, Mantan Direktur  Operasional PLN Bambang Hermiyanto Priyadi, mantan Dir Keuangan PT PLN, F Parno Isworo, dan Mantan Direktur Utama PT PLN Eddie Widiono Suwondho. Eddie sendiri telah divonis lima tahun penjara dalam kasus korupsi proyek di PLN Disjaya dan Tangerang tahun 2004-2006.

KPK juga pernah memanggil mantan Anggota DPR RI yang kini menjawab Ketua Komite Tetap Bidang Energi Terbarukan Kadin Harry Salman Sohar, staf ahli di Bappenas yang juga Staf Ahli Menteri Negara BUMN Bidang Pengembangan Investasi Gumilang Hardjakoesoema Gumilang dan putra Izedrik Emir Moeis, Armand Omar Moeis.

Begitu juga dengan pengusaha Shafieq Abdul Basit, General Manager PT Indonesian Site Marine Reza Roestam Moenaf, dan Direktur Pengembangan (Development) PT Alstom Indonesia Eko Sulianto pernah dipanggil KPK. Namun hingga saat ini, KPK belum pernah memeriksa Emir sebagai tersangka.

Dalam kasus PLTU Tarahan, Emir selaku panitia anggaran DPR RI (sekarang bernama Badan Anggaran) diduga menerima sejumlah uang sebesar 300 ribu dolar Amerika Serikat terkait pengadaan proyekPLTU. Emir telah ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat, 20 Juli 2012. Keputusan tersebut berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Sprin.Dik-36/01/07/2012.

KPK akhirnya menahan Emir setelah memeriksa dia sebagai tersangka pada Kamis pekan lalu. Emir menjadi tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sejak sekitar setahun lalu.

KPK menetapkan Emir sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai anggota DPR 1999-2004 dan 2004-2009. Dia diduga menerima 300.000 dollar AS dari PT Alstom Indonesia yang merupakan perusahaan pemenang tender PLTU Tarahan.

( Mahendra Bungalan / CN38 / SMNetwork )

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad


http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2013/07/23/165647/Direktur-PT-Artha-Nusantara-Utama-Diperiksa-Dalam-Kasus-Tarahan

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Newer Post Older Post ►
 

© Post Indah Web Id Powered by Blogger